Kabar dugaan kekerasan terhadap 10 siswa SD Negeri 060807 Medan oleh guru berinisial DAL mencuat setelah orang tua melaporkan kejadian itu ke Disdik Medan.

Setelah kejadian itu, DAL tidak lagi mengajar di kelas. Dinas Pendidikan Medan sebelumnya meminta guru tersebut menjalankan tugas piket sambil menunggu proses penanganan. Namun, DAL akhirnya memilih mengundurkan diri dari sekolah dan membuat surat pernyataan pengunduran diri. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Guru SD di Medan Akhirnya Pilih Mengundurkan Diri
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Medan, Mujiono, mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa DAL sudah mengundurkan diri. Menurutnya, keputusan tersebut datang dari guru yang bersangkutan, bukan karena paksaan dari pihak dinas.
Sejak dugaan kejadian berlangsung, Disdik Medan langsung meminta DAL untuk tidak mengajar sementara. Pihak sekolah kemudian memberikan tugas piket agar aktivitas guru tetap berjalan tanpa berhadapan langsung dengan siswa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons awal setelah muncul laporan dari orang tua. Pengunduran diri DAL kemudian mengubah penanganan kasus tersebut karena yang bersangkutan tidak lagi menjalankan kegiatan mengajar di SD Negeri 060807 Medan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Disdik Medan Sempat Siapkan Mediasi
Dinas Pendidikan Medan juga mencoba mempertemukan pihak sekolah dengan orang tua siswa. Mujiono menyebut pihaknya sudah mengundang seluruh pihak untuk mengikuti mediasi pada Selasa (1/9/2026).
Namun, orang tua siswa memilih tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Disdik mengaku sudah menghubungi mereka melalui telepon dan meminta pihak sekolah, kepala sekolah, serta wali kelas ikut hadir dalam proses mediasi.
Meski pertemuan tidak berlangsung seperti rencana, Disdik Medan tetap memantau situasi di sekolah. Pemerintah daerah juga perlu memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengabaikan persoalan yang sebelumnya muncul.
Baca Juga:Â Bule Aussie Kehilangan Kalung Emas Rp225 Juta di Bali, Polisi Langsung Kejar Pelaku
Orang Tua Siswa Disebut Sudah Memaafkan
Mujiono mengatakan orang tua siswa sudah memaafkan kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 060807 Medan kini kembali normal.
Pernyataan tersebut menunjukkan situasi di lingkungan sekolah mulai kembali kondusif. Meski begitu, pihak Dinas Pendidikan tetap memberikan perhatian terhadap prosedur internal sekolah agar kejadian serupa tidak kembali muncul.
Dalam kasus yang melibatkan siswa sekolah dasar, penanganan tidak hanya berkaitan dengan guru dan sekolah. Komunikasi dengan orang tua juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan serta memastikan anak tetap merasa aman ketika mengikuti kegiatan belajar.
Kepala Sekolah Juga Mendapat Teguran
Selain menangani persoalan guru, Dinas Pendidikan Medan turut memberikan perhatian kepada kepala sekolah. Mujiono mengatakan kepala sekolah akan mendapat surat peringatan atau SP sebagai bagian dari evaluasi administratif.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan agar sekolah memiliki pengawasan yang lebih baik. Peringatan juga menjadi pengingat bahwa pihak sekolah harus mengambil tindakan ketika muncul persoalan yang menyangkut keamanan dan kenyamanan siswa.
Evaluasi internal menjadi penting karena sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan akademik. Guru, wali kelas, kepala sekolah, dan pihak dinas memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak.
Aktivitas Belajar Mengajar Kembali Normal
Untuk saat ini, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 060807 Medan disebut sudah berjalan normal. Pengunduran diri DAL juga membuat guru tersebut tidak lagi menjalankan aktivitas mengajar di sekolah tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan tindakan kekerasan terhadap siswa. Penanganan yang tepat perlu mengutamakan kondisi anak, komunikasi dengan keluarga, serta evaluasi terhadap lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan Medan masih perlu memastikan sekolah menjalankan langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak terulang. Bagi para siswa, suasana belajar yang aman dan nyaman tetap menjadi hal utama agar mereka dapat mengikuti pelajaran tanpa rasa takut.