Awal perjalanan menuntut ilmu justru berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi dua perempuan di Medan, Sumatera Utara.
Niat mengantar teman menuju kampus berakhir dengan aksi pembegalan yang merugikan korban hingga puluhan juta rupiah. Kasus ini kembali menyita perhatian masyarakat setelah polisi berhasil menangkap satu orang terduga pelaku, sementara tiga orang lainnya masih diburu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan dapat mengancam siapa saja, bahkan ketika aktivitas sehari-hari baru saja dimulai.
Kronologi Pembegalan Mahasiswi di Medan Belawan
Peristiwa pembegalan tersebut terjadi pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Yos Sudarso, dekat Simpang Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Saat itu, Nomi Lestari Sitohang bersama Sarah Suci Aulia Sitohang sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario merah untuk mengantar Sarah ke tempat kuliah. Perjalanan yang semula berlangsung seperti biasa mendadak berubah menjadi situasi berbahaya ketika keduanya dihadang oleh sejumlah pria.
Situasi semakin mencekam ketika salah seorang pelaku diduga mengancam korban menggunakan kayu balok. Ancaman tersebut membuat korban ketakutan dan kehilangan kendali dalam menghadapi para pelaku. Berdasarkan pemberitaan SuaraSumut, Nomi bahkan didorong hingga terjatuh ke dalam parit. Pada saat bersamaan, anggota komplotan lainnya diduga mengambil kendaraan dan barang-barang milik korban. Aksi tersebut berlangsung ketika keduanya sedang berada dalam perjalanan menuju kampus, tanpa menyangka akan menjadi sasaran kejahatan.
Akibat kejadian itu, para korban kehilangan sepeda motor, telepon seluler, uang tunai sebesar Rp1,2 juta, serta tas yang berisi perlengkapan kuliah. Kerugian materiil yang dialami keduanya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Peristiwa tersebut bukan sekadar kehilangan barang berharga, melainkan juga ancaman terhadap rasa aman masyarakat ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Kasus ini pun menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pengguna jalan, terutama mereka yang beraktivitas pada pagi hari.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Satu Terduga Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi
Setelah menerima laporan dari korban, aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi pembegalan tersebut. Penanganan perkara dilakukan oleh jajaran Polres Pelabuhan Belawan. Upaya penyelidikan kemudian membuahkan hasil ketika polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan salah seorang terduga pelaku. Langkah tersebut menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan kasus yang meresahkan masyarakat di kawasan Medan Belawan.
Polisi akhirnya mengamankan seorang pemuda berinisial TSR yang berusia 18 tahun pada Selasa, 13 Oktober 2026. Penangkapan dilakukan di Jalan Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, menyampaikan bahwa petugas terus menindaklanjuti informasi yang diperoleh untuk mengamankan terduga pelaku dan mengembangkan penyelidikan. Penangkapan tersebut diumumkan kepada publik pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang diberitakan media, TSR mengaku terlibat bersama tiga orang lainnya yang masing-masing berinisial D, F, dan D. Ia diduga berperan mengancam korban menggunakan kayu balok, sedangkan dua rekannya diduga membawa sepeda motor hasil rampasan. TSR juga mengaku memperoleh bagian sebesar Rp100 ribu dari hasil penjualan barang curian. Meski demikian, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan harus diuji melalui prosedur hukum yang berlaku.
Tiga Terduga Pelaku Lain Masih Diburu
Penangkapan satu orang terduga pelaku belum menuntaskan seluruh rangkaian penyelidikan. Polisi masih berupaya menemukan tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam aksi pembegalan tersebut. Keberadaan mereka menjadi salah satu fokus pengembangan perkara agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum. Pengungkapan kasus secara menyeluruh juga diperlukan untuk memperjelas peran masing-masing orang dalam peristiwa tersebut.
Selain memburu terduga pelaku lainnya, penyidik masih mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dan menelusuri informasi mengenai barang-barang hasil kejahatan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengumpulkan keterangan, memperkuat alat bukti, serta menyusun kronologi secara utuh. Dalam perkara pidana, setiap dugaan keterlibatan harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan persidangan. Oleh karena itu, status seseorang sebagai terduga pelaku tidak dapat disamakan dengan putusan bersalah dari pengadilan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan tindak kejahatan yang dialami atau diketahui. Laporan masyarakat dapat membantu aparat memperoleh informasi awal dan mengambil tindakan yang diperlukan. Partisipasi warga, dukungan saksi, serta penyampaian informasi yang relevan dapat berperan penting dalam proses pengungkapan perkara. Namun, masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan identitas atau tuduhan yang belum terverifikasi karena dapat mengganggu penyelidikan dan merugikan pihak yang tidak bersalah.
Pentingnya Kewaspadaan dan Keamanan di Jalan Raya
Kasus pembegalan di Medan Belawan menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan ketika berkendara, terutama pada pagi hari saat sebagian ruas jalan belum ramai. Pengguna jalan disarankan memilih rute yang cukup ramai dan memiliki penerangan memadai, memperhatikan kondisi sekitar, serta menghindari berhenti di lokasi sepi tanpa alasan mendesak. Langkah-langkah tersebut tidak menjamin seseorang terbebas dari kejahatan, tetapi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Apabila merasa diikuti atau melihat situasi yang mencurigakan, pengendara sebaiknya mencari tempat aman yang ramai dan meminta bantuan petugas atau masyarakat sekitar. Jika menghadapi ancaman langsung, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan mempertahankan kendaraan maupun barang berharga. Setelah berada di tempat aman, korban dapat menghubungi pihak kepolisian, menyampaikan kronologi kejadian, serta memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
Di sisi lain, upaya menciptakan keamanan tidak dapat dibebankan kepada masyarakat semata. Patroli pada lokasi yang dinilai rawan, penanganan laporan secara cepat, penyelidikan yang profesional, dan penegakan hukum yang konsisten merupakan bagian penting dari pencegahan kejahatan jalanan. Kerja sama antara aparat, pemerintah setempat, kampus, dan masyarakat juga dapat membantu meningkatkan kesadaran keselamatan. Dengan langkah yang terkoordinasi, diharapkan lingkungan perjalanan mahasiswa dan pengguna jalan lainnya menjadi lebih aman.
Kesimpulan
Kasus pembegalan terhadap dua perempuan di Medan Belawan saat perjalanan menuju kampus menunjukkan bahwa kejahatan jalanan masih menjadi persoalan serius yang perlu ditangani bersama. Polisi telah menangkap seorang terduga pelaku berinisial TSR dan masih memburu tiga orang lainnya yang diduga terlibat. Sementara proses hukum berjalan, keselamatan korban dan pengungkapan perkara secara menyeluruh harus menjadi perhatian utama.
Masyarakat diharapkan tetap waspada, berani melaporkan tindak kejahatan, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pada saat yang sama, aparat penegak hukum diharapkan terus mengembangkan penyelidikan secara profesional agar perkara ini dapat ditangani sesuai ketentuan hukum. Keamanan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama sehingga setiap orang dapat menjalankan aktivitas, termasuk menuntut ilmu, tanpa dihantui rasa takut terhadap ancaman kejahatan.