Video yang memperlihatkan puluhan pemuda membawa senjata tajam sambil berkonvoi menggunakan sepeda motor di kawasan Fly Over Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Aksi tersebut membuat warga khawatir karena terjadi saat aktivitas masyarakat masih berjalan. Dalam rekaman yang beredar, sekelompok orang terlihat melintas secara bergerombol di atas flyover. Mereka membawa sejumlah benda yang diduga senjata tajam sambil mengendarai sepeda motor. Video itu kemudian memicu dugaan bahwa kelompok tersebut berkaitan dengan aksi begal yang meresahkan warga. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Video Konvoi Bawa Sajam di Medan Bikin Warga Resah
Rekaman yang viral memperlihatkan puluhan pemuda bergerak bersama menggunakan sepeda motor. Dalam beberapa bagian video, sejumlah anggota kelompok tampak mengejar seorang pengendara yang melintas di lokasi tersebut.
Pengendara itu terlihat berusaha menjauh ketika kelompok tersebut mendekat. Situasi tersebut membuat banyak pengguna media sosial menduga adanya aksi penyerangan atau upaya perampasan kendaraan.
Unggahan video itu juga menyertakan narasi yang menyebut kelompok tersebut sebagai komplotan begal bersenjata tajam. Pengunggah menuliskan bahwa kelompok itu diduga mengincar kendaraan dan barang berharga warga di sejumlah lokasi.
Meski begitu, pihak kepolisian meminta masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta lengkap mengenai kejadian tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Ungkap Video Lama yang Kembali Viral
Kapolsek Medan Barat Kompol Dr Made Wira Suhendra memberikan penjelasan terkait video tersebut. Ia mengatakan kejadian itu memang terjadi, tetapi masyarakat kembali ramai membahasnya setelah video lama menyebar pada awal Juli 2026.
Menurut Made, peristiwa tersebut berlangsung pada Juni 2026. Saat itu, rombongan tersebut hanya melintas di wilayah hukum Polsek Medan Barat dan tidak melakukan penyerangan terhadap pengguna jalan di kawasan tersebut.
“Pulo Brayan itu kan perbatasan antara Marelan, Medan Timur, Helvetia dengan Medan Barat. Kalau melintas di wilayah Medan Barat, mereka hanya lewat, tidak ada penyerangan di daerah kami,” ujar Made.
Ia menjelaskan rombongan tersebut bergerak melewati beberapa wilayah, mulai dari Medan Timur, Medan Barat, hingga Helvetia.
Baca Juga:Â Konvoi Sambil Bawa Golok, Nasib 6 Anggota Geng Motor Ini Berakhir di Tangan Polisi
Laporan Warga Masuk, Polisi Langsung Bergerak
Made menyebut pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat 110 ketika rombongan tersebut melintas. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Namun, saat petugas tiba di tempat kejadian, kelompok tersebut sudah tidak berada di lokasi. Polisi hanya menemukan informasi dari masyarakat mengenai pergerakan rombongan tersebut.
“Memang kita mendapat informasi dari 110. Anggota kemudian mendatangi lokasi, tetapi rombongan itu sudah tidak ditemukan karena hanya melintas,” jelas Made.
Meski tidak menemukan kelompok tersebut saat patroli, polisi tetap melakukan pemantauan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Kasus Begal Masih Ditangani Tim Khusus Polrestabes Medan
Terkait dugaan adanya kelompok begal yang membawa senjata tajam, Made mengatakan proses penyelidikan berada di bawah penanganan Polrestabes Medan.
Ia menjelaskan Kapolrestabes Medan sudah membentuk tim khusus untuk mendalami informasi mengenai kelompok tersebut. Polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan agar dapat memastikan fakta di balik video viral itu.
“Kalau masalah penyelidikan, sudah ada tim khusus yang dibentuk oleh Bapak Kapolres. Untuk informasi lebih lanjut bisa dikonfirmasi kepada tim Jatanras,” kata Made.
Langkah penyelidikan tersebut bertujuan mengungkap apakah kelompok dalam video benar melakukan tindak pidana atau hanya melakukan konvoi yang membawa senjata tajam.
Polisi Tingkatkan Patroli untuk Cegah Aksi Kriminal
Selain melakukan penyelidikan, Polsek Medan Barat juga meningkatkan langkah pencegahan di sejumlah wilayah. Polisi melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan masyarakat.
Made menegaskan pihaknya terus memantau titik-titik yang dianggap rawan agar warga merasa lebih aman saat beraktivitas.
Peristiwa viral tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan sekelompok orang membawa senjata tajam di ruang publik. Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan agar petugas dapat mengambil tindakan lebih cepat.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Dengan kerja sama antara warga dan aparat, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sebelum menimbulkan korban.