Ki Danu Dikenal Aktif di Dunia Seni
Sebelum peristiwa maut itu terjadi, Ki Danu cukup dikenal warga sekitar. Nama aslinya Tata Hendro, tetapi masyarakat mengenalnya dengan sebutan Ki Danu atau Ki Siluman.
Ketua RT setempat, Nanang Nurhidayat, mengatakan korban aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Ia bahkan memiliki atraksi yang cukup unik, yakni menarik mobil menggunakan rambut panjangnya.
Rencananya, Ki Danu juga menggelar pentas seni budaya pada akhir pekan dalam rangka memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan. Namun, kejadian tersebut membuat rencana acara kemungkinan batal.
Dalam kesehariannya, korban tinggal seorang diri di rumahnya. Ki Danu sebelumnya sempat merantau ke Majalengka dan membangun keluarga, tetapi kemudian bercerai hingga akhirnya kembali ke kampung halaman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ayi Disebut Pulang Kampung Sebelum Kejadian
Sementara itu, E alias Ayi sehari-hari tinggal di Bandung. Nanang menyebut Ayi bekerja di tempat produksi tahu bulat sebelum pulang ke kampung halaman beberapa hari menjelang peristiwa tersebut.
Setelah kejadian, Nanang sempat berbicara langsung dengan Ayi. Saat itu, Ayi menyampaikan bahwa dirinya tidak berniat melarikan diri dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kepada Nanang, Ayi mengaku bertindak untuk membela orang tuanya. Ia menyebut ayahnya terlibat perkelahian dengan Ki Danu sebelum aksi pembacokan terjadi.
Baca Juga:Â Rp6,2 Miliar Mengalir ke Rekening WNI, Ternyata Terkait Kejahatan Siber WN China
Dalih Bela Orang Tua Muncul Usai Perkelahian
Menurut keterangan Nanang, Ayi mengungkapkan alasan tersebut tidak lama setelah kejadian. Ia menyebut kondisi wajah ayahnya mengalami lebam akibat perkelahian dengan korban.
Situasi itu diduga membuat Ayi terpancing emosi. Ia kemudian menyerang Ki Danu menggunakan golok hingga korban kehilangan nyawa.
Nanang mengatakan Ayi tetap berada di sekitar lokasi setelah kejadian. Ia bahkan berniat menyerahkan diri sebelum polisi tiba dan langsung mengamankannya.
Petugas juga mengamankan golok yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Nanang memperkirakan panjang senjata itu sekitar 40 sentimeter.
Benarkah Masalahnya Berawal dari Batas Tanah?
Perselisihan batas tanah sempat muncul sebagai dugaan pemicu konflik. Namun, Kepala Desa Karangjaya Soni Ruswandi belum dapat memastikan bahwa persoalan tersebut menjadi penyebab utama pertikaian.
Menurut Soni, lahan yang sebelumnya dijual korban sudah memiliki sertifikat hak milik melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Karena itu, batas tanah secara administrasi sudah jelas.
Soni menduga persoalan justru bermula dari kesalahpahaman yang kemudian memicu ucapan atau tindakan yang menyinggung salah satu pihak. Perkelahian antara ayah Ayi dan Ki Danu pun terjadi sebelum situasi berubah menjadi lebih buruk.
Polisi Tangani Kasus, Warga Diminta Tetap Tenang
Hubungan antara Ki Danu dan keluarga Ayi sebelumnya berjalan sebagai hubungan antarwarga yang saling mengenal. Karena itu, Soni sangat menyayangkan insiden tersebut.
Pemerintah desa kini berusaha mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang melibatkan keluarga masing-masing. Soni juga menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian agar perkara berjalan sesuai ketentuan.
Di tengah proses tersebut, kondisi di sekitar lokasi kejadian masih kondusif. Warga diharapkan tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kasus ini menunjukkan bagaimana perselisihan yang awalnya melibatkan beberapa orang dapat berubah menjadi tragedi besar. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap secara utuh apa yang terjadi sebelum Ayi menyerang Ki Danu.