Prajurit TNI Prada Arif Budi Sampurna tewas di Tangerang setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang hingga mengalami luka serius.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih memastikan korban merupakan prajurit yang sedang menjalankan tugas membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cen di Jakarta.
Prajurit TNI Ditemukan Tergeletak dengan Luka Serius
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan kabar meninggalnya Prada Arif Budi Sampurna. Ia menjelaskan bahwa korban mengalami insiden kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.
Warga menemukan tubuh Prada Arif tergeletak di pinggir jalan pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB. Saat ditemukan, korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban menerima sekitar 10 luka tusukan di tubuhnya. Temuan tersebut membuat aparat langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik kejadian tersebut.
Berawal dari Kesalahpahaman, Berujung Pengeroyokan Maut
Berdasarkan hasil penyidikan, kejadian bermula dari kesalahpahaman antara korban dan kelompok masyarakat di sebuah rumah makan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi kekerasan.
Kelompok tersebut diduga menyerang Prada Arif secara bersama-sama hingga korban mengalami luka parah. Selain melakukan pengeroyokan, para pelaku juga menggunakan senjata tajam dalam aksi tersebut.
Tri Purwanto menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya untuk mengawal proses hukum kasus ini.
Baca Juga: Heboh! Pegolf Jesslyn Diduga Diculik, Polisi Ungkap Dugaan Dibawa Kabur ke Malaysia
Sembilan Orang Diduga Terlibat Dalam Kasus Ini
Penyidik menemukan sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan penusukan terhadap Prada Arif. Sementara itu, delapan orang lainnya yang sempat diperiksa polisi tidak terbukti memiliki keterlibatan dalam kejadian tersebut.
Pihak Kodam XVII/Cenderawasih meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat berwenang. TNI juga memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban merupakan seorang prajurit yang sedang menjalankan tugas. Pihak TNI berharap proses hukum berjalan secara transparan agar seluruh pihak yang bertanggung jawab mendapat hukuman sesuai aturan.
Polisi Tangkap Sejumlah Terduga Pelaku Pengeroyokan
Kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan terkait kematian Prada Arif. Satreskrim Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap dugaan pembunuhan tersebut dan menangkap beberapa orang yang diduga terlibat.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah tersangka dalam kasus tersebut.
Empat orang yang berinisial BR, RRGB, MKN, dan H telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan kekerasan terhadap korban. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing tersangka untuk melengkapi proses penyidikan.
TNI Kawal Proses Hukum Hingga Kasus Terungkap
Kematian Prada Arif menjadi perhatian besar bagi keluarga besar TNI. Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan akan terus mengikuti perkembangan kasus hingga seluruh fakta terungkap.
Pihak TNI juga mengimbau masyarakat dan rekan korban agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Aparat meminta semua pihak mempercayakan penyelesaian kasus kepada proses hukum.
Kasus pengeroyokan yang menewaskan Prada Arif menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat berujung pada tragedi besar. Aparat kini terus bekerja untuk memastikan para pelaku mendapat pertanggungjawaban hukum atas perbuatannya.