Pimpinan KKB Kodap 1 Mamta, HN alias YN, ditangkap di Keerom, Papua dan kini didalami polisi berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti yang ditemukan di lokasi.
YN tidak hanya menghadapi satu sangkaan. Penyidik menerapkan sejumlah pasal yang berkaitan dengan kepemilikan senjata api, ancaman kekerasan, hingga penyebaran informasi elektronik bernuansa ancaman.
Ancaman hukuman dari pasal yang dikenakan juga berbeda-beda. Salah satu pasal yang menjerat YN memiliki ancaman pidana maksimal hingga 15 tahun penjara. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
YN Ditangkap di Keerom Bersama Empat Orang
Penangkapan YN berlangsung di Keerom, Papua, pada Selasa (15/9). Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan empat orang lain yang masing-masing berinisial AM (37), AI (29), NW (20), dan BN (45).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa penyidik masih memeriksa keterlibatan setiap orang yang diamankan. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui peran masing-masing berdasarkan fakta yang ditemukan selama penyidikan.
Penangkapan ini menjadi bagian dari proses penegakan hukum terhadap aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Papua. Aparat kemudian membawa perkara tersebut ke tahap pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pasal Kepemilikan Senjata Jadi Sangkaan Utama
Dalam perkara ini, YN disangkakan Pasal 306 KUHP. Pasal tersebut berkaitan dengan kepemilikan atau penguasaan senjata api dan amunisi tanpa hak.
Menurut Yusuf, pasal tersebut membawa ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Besarnya ancaman itu membuat dugaan kepemilikan senjata menjadi salah satu bagian penting dalam proses hukum terhadap YN.
Penyidik juga menerapkan Pasal 448 KUHP sebagai sangkaan subsider. Pasal tersebut berkaitan dengan pemaksaan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun.
Baca Juga:Â Setahun Jadi Buronan! Napi Kabur dari Lapas Nabire Akhirnya Ditangkap, Terlibat Curanmor hingga Ganja
Ada Sangkaan Terkait Ancaman Lewat Informasi Elektronik
Selain pasal dalam KUHP, penyidik juga mengenakan Pasal 29 juncto Pasal 45B UU ITE. Ketentuan tersebut mengatur pengiriman informasi elektronik yang memuat ancaman kekerasan atau tindakan menakut-nakuti.
Untuk ketentuan tersebut, ancaman pidananya mencapai paling lama empat tahun penjara. Penerapan pasal ini menunjukkan bahwa penyidik turut mendalami aktivitas komunikasi elektronik yang berkaitan dengan perkara YN.
Namun, penerapan pasal belum berarti seluruh dugaan telah terbukti. Proses hukum tetap membutuhkan pemeriksaan, pendalaman alat bukti, serta pembuktian sesuai ketentuan yang berlaku.
Polisi Masih Dalami Peran Masing-Masing
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani menegaskan bahwa penyidik akan bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Ia menyebut aparat tidak ingin terburu-buru menyimpulkan peran seseorang sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.
Langkah tersebut menjadi penting karena ada lima orang yang diamankan dalam operasi di Keerom. Penyidik perlu memastikan keterlibatan masing-masing melalui keterangan, barang bukti, dan hasil pemeriksaan lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, proses penyidikan dapat berjalan sesuai fakta yang ditemukan di lapangan tanpa mendahului pembuktian di tahap berikutnya.
Ancaman Hukuman Bisa Berbeda Sesuai Pembuktian
Kasus YN kini masih berada dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Setiap pasal yang dikenakan memiliki unsur dan ancaman pidana yang berbeda, sehingga pembuktiannya akan menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan perkara.
Pasal 306 KUHP memiliki ancaman paling tinggi, yakni maksimal 15 tahun penjara. Sementara itu, Pasal 448 KUHP memiliki ancaman maksimal satu tahun dan Pasal 29 juncto Pasal 45B UU ITE mencapai maksimal empat tahun.
Selanjutnya, penyidik akan terus mendalami perkara berdasarkan alat bukti yang tersedia. Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan bagaimana proses hukum terhadap YN dan empat orang lainnya berjalan.