Wanita berinisial GG diamankan petugas Rutan Salemba usai diduga membawa 15 butir pil yang diduga ekstasi dalam lipatan tisu saat hendak menjenguk tahanan.
GG datang sebagai pengunjung untuk menemui seorang tahanan berinisial UK. Namun, gerak-geriknya membuat petugas merasa curiga saat menjalankan pemeriksaan. Petugas kemudian menemukan barang mencurigakan yang tersimpan dalam lipatan tisu. Info Kriminal Hari Ini akan mengulas kronologi petugas Rutan Salemba menggagalkan upaya penyelundupan 15 pil diduga ekstasi yang disembunyikan dalam lipatan tisu oleh seorang wanita berinisial GG.
Petugas Rutan Salemba Curigai Gerak-gerik Pengunjung
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 sekitar pukul 14.45 WIB. Saat pemeriksaan berlangsung, petugas melihat GG menggenggam beberapa lembar tisu dengan erat.
Petugas kemudian meminta GG meletakkan tisu tersebut di atas meja pemeriksaan. Ketika membuka lipatan tisu, petugas menemukan tiga bungkus plastik klip yang berisi pil berwarna hijau.
Plh Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Gusti Akhmad Ridho, menjelaskan bahwa petugas langsung mengamankan barang tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia menyebut tindakan cepat petugas berhasil mencegah barang terlarang masuk ke dalam rutan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
15 Butir Pil Diduga Ekstasi Disembunyikan dalam Lipatan Tisu
Petugas menemukan tiga plastik klip kecil dalam tisu yang dibawa GG. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas mendapati total 15 butir pil berwarna hijau yang diduga kuat sebagai narkotika jenis ekstasi.
Cara penyembunyian tersebut diduga bertujuan untuk mengelabui pemeriksaan awal. Namun, petugas tetap melakukan pengecekan secara teliti terhadap setiap barang yang dibawa pengunjung.
Temuan itu langsung menjadi perhatian karena barang terlarang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Petugas kemudian mengamankan barang bukti sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga:Â Terungkap! Motif Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang Berawal dari Desakan Biaya Menikah
Barang Bukti Langsung Diserahkan ke Polisi untuk Pemeriksaan
Setelah menemukan dugaan narkotika tersebut, pihak Rutan Salemba menyerahkan barang bukti kepada Polsek Cempaka Putih. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul barang tersebut.
Petugas juga akan mendalami tujuan GG membawa pil tersebut ke dalam rutan. Pemeriksaan ini bertujuan mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.
Sementara itu, GG masih menjalani proses pemeriksaan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pihak berwenang akan menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil penyelidikan.
Rutan Salemba Perketat Pengawasan untuk Cegah Barang Terlarang
Pihak Rutan Kelas I Jakarta Pusat menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan lingkungan rutan. Mereka terus memperkuat sistem pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung yang datang.
Gusti Akhmad Ridho mengatakan keberhasilan petugas menggagalkan penyelundupan tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini. Menurutnya, petugas tidak akan mengurangi pengawasan terhadap setiap aktivitas yang berlangsung di rutan.
Program Zero Halinar atau bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga ketertiban. Pihak rutan memastikan setiap pelanggaran akan mendapatkan tindakan sesuai aturan.
Upaya Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Keamanan Rutan
Kasus penyelundupan barang terlarang seperti ini menjadi pengingat bahwa pengawasan ketat sangat diperlukan di lingkungan pemasyarakatan. Setiap pengunjung harus mengikuti prosedur pemeriksaan sebelum bertemu warga binaan atau tahanan.
Petugas Rutan Salemba berhasil menggagalkan upaya tersebut sebelum barang masuk ke dalam area tahanan. Langkah cepat ini membantu menjaga keamanan bagi seluruh penghuni dan petugas rutan.
Ke depan, pihak rutan akan terus meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pemeriksaan yang disiplin menjadi salah satu cara untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan tertib.