Warga di kawasan Jalan Setiabudi, Kota Medan, dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias.
Pria berinisial Lase (27) ditemukan tewas setelah diduga terjatuh dari lantai 12 Apartemen Sky View pada Jumat dini hari. Korban diketahui datang ke Medan dalam rangka perjalanan dinas. Saat kejadian, korban baru beberapa hari berada di kota tersebut dan tinggal seorang diri di apartemen.
Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian korban untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Korban Ditemukan Tewas di Area Apartemen Sky View Medan
Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Herman Sentosa, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai seorang pria yang terjatuh dari apartemen pada Jumat (10/7) dini hari.
Polisi memperkirakan kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 pagi. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah mengalami insiden jatuh dari lantai 12 Apartemen Sky View.
Korban merupakan pegawai BPN Kabupaten Nias yang sedang menjalankan tugas perjalanan dinas di Kota Medan. Informasi awal menyebut korban baru satu atau dua hari tinggal di apartemen tersebut sebelum kejadian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Korban
Hingga saat ini, polisi belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian korban. Penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi untuk mengetahui apakah korban meninggal akibat kecelakaan, bunuh diri, atau adanya dugaan tindak pidana.
Iptu Herman Sentosa menjelaskan pihaknya masih membuka seluruh kemungkinan dalam proses penyelidikan. Polisi belum dapat memastikan apakah korban mengalami tindakan kekerasan sebelum ditemukan meninggal.
Petugas juga terus mencari informasi tambahan dari saksi maupun pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setiap keterangan akan menjadi bahan bagi penyidik untuk mengungkap kronologi sebenarnya.
Baca Juga:Â Terbongkar! Dugaan Ayah Cabuli Anak Kandung Selama 11 Tahun Guncang Karawang
Korban Baru Beberapa Hari Tinggal di Medan untuk Dinas
Sebelum kejadian, korban diketahui datang ke Medan untuk menjalankan tugas kedinasan dari BPN Kabupaten Nias. Selama berada di apartemen, korban memilih tinggal sendiri tanpa pendamping.
Kondisi tersebut membuat polisi perlu menggali lebih banyak informasi mengenai aktivitas korban sebelum insiden terjadi. Penyidik akan menelusuri siapa saja yang terakhir berkomunikasi atau bertemu dengan korban sebelum ditemukan meninggal.
Polisi juga meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri terkait penyebab kematian korban sebelum hasil penyelidikan resmi keluar.
Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara untuk Autopsi

Setelah menemukan korban, petugas mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani pemeriksaan autopsi. Tim forensik akan membantu penyidik mencari penyebab pasti kematian korban melalui pemeriksaan medis.
Hasil autopsi nantinya menjadi salah satu dasar penting bagi polisi dalam menentukan langkah penyelidikan berikutnya. Pemeriksaan tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi korban sebelum meninggal.
Polisi berharap proses pemeriksaan forensik dapat memberikan petunjuk baru untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya terjadi di Apartemen Sky View.
Kasus Dilimpahkan ke Polrestabes Medan
Iptu Herman Sentosa mengatakan penanganan kasus tersebut kini berada di bawah Polrestabes Medan. Sejumlah saksi telah memberikan keterangan untuk membantu penyidik menyusun kronologi kejadian.
Polisi terus melakukan pendalaman dengan memeriksa berbagai informasi yang berkaitan dengan korban maupun lokasi kejadian. Penyidik juga akan mengevaluasi seluruh bukti yang mereka temukan selama proses penyelidikan.
Kasus meninggalnya pegawai BPN Nias ini masih menjadi perhatian karena polisi belum memastikan penyebab utama korban jatuh dari lantai 12 apartemen. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi penyelidikan agar mendapatkan informasi yang akurat.