Video sejumlah pria berjoget sambil diduga mengonsumsi narkoba di Rutan Depok viral, hingga 22 napi dan 2 petugas ikut diperiksa.
Kasus ini langsung menjadi perhatian setelah rekaman tersebut beredar luas di media sosial. Pihak Rutan Depok kemudian bergerak untuk mencari tahu siapa saja yang berada di dalam ruangan dan memastikan kejadian sebenarnya.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar warga binaan. Petugas yang bertugas di lingkungan Rutan Depok juga ikut menjalani pemeriksaan karena muncul dugaan adanya pihak internal yang membantu memfasilitasi pelanggaran. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Video Pesta Narkoba Viral di Media Sosial
Dalam video yang beredar, sejumlah pria terlihat berada di sebuah ruangan sambil berjoget mengikuti musik dengan suara cukup keras. Salah seorang pria tampak memegang botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu atau bong.
Narasi yang menyertai video menyebut lokasi tersebut berada di Lapas Depok. Rekaman itu kemudian menarik perhatian publik dan mendorong pihak Rutan Depok melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar.
Pihak rutan memastikan mereka tidak mengabaikan informasi tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan isi video dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
22 Warga Binaan Ikut Menjalani Pemeriksaan
Karutan Depok Ario Galih Maduseno mengatakan pihaknya memeriksa sekitar 22 warga binaan yang berada di kamar tersebut. Tim juga mendalami keterlibatan sekitar tiga sampai empat orang yang dianggap perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Ario menyampaikan keterangan itu kepada wartawan pada Minggu, 4 Oktober 2026. Menurutnya, proses pemeriksaan masih berjalan sehingga pihak rutan perlu mengumpulkan informasi secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan berikutnya.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengurai siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian. Petugas juga perlu memastikan apakah aktivitas dalam video memang berkaitan dengan dugaan penggunaan narkoba.
Baca Juga:Â Viral! Percobaan Begal di Jalan Gatsu Bikin Geger, Polda Bali Turun Tangan
Dua Petugas Rutan Depok Turut Diperiksa
Selain warga binaan, dua petugas Rutan Depok juga menjalani pemeriksaan. Ario membenarkan keduanya merupakan pegawai yang bertugas di lingkungan Rutan Depok.
Satu petugas berasal dari jajaran satuan pengamanan, sedangkan satu lainnya bekerja sebagai staf di bagian bimbingan kerja. Pemeriksaan terhadap keduanya berkaitan dengan dugaan adanya bantuan atau fasilitas yang memungkinkan pelanggaran tersebut terjadi.
Pihak rutan masih menggali peran masing-masing petugas. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh petugas maupun warga binaan.
Rutan Depok Laporkan Kasus ke Polisi
Rutan Depok telah melaporkan dugaan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Langkah itu dilakukan untuk membantu proses penelusuran, terutama jika pemeriksaan menemukan indikasi pelanggaran hukum terkait narkoba.
Pihak rutan juga menyampaikan laporan kepada kepala kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Mereka meminta arahan agar penanganan kasus berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Proses tersebut menunjukkan bahwa kasus ini tidak hanya berhenti pada pemeriksaan internal. Aparat terkait juga akan memiliki peran dalam mengurai dugaan peredaran atau penggunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Tim Gabungan Dalami Fakta di Rutan Depok
Pemeriksaan selanjutnya akan melibatkan tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas, dan Rutan Depok. Tim tersebut akan mengumpulkan fakta dan menentukan langkah lanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Ario menegaskan pihak Rutan Depok siap bersikap transparan dalam menangani kasus tersebut. Jika pemeriksaan membuktikan adanya pihak yang melanggar aturan, pihak terkait akan menerima sanksi sesuai ketentuan.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pengawasan di dalam rutan harus berjalan ketat. Terlebih, dugaan keterlibatan petugas dapat menjadi persoalan serius apabila nantinya terbukti membantu terjadinya pelanggaran.
Rutan Depok menyatakan komitmennya untuk memberantas peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Sementara itu, masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik video yang viral tersebut.