Seorang pegawai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang menjadi korban begal saat melintas di Jembatan Musi 6.
Korban bernama Rifqi Rahmadani, 24 tahun. Ia mengalami patah tulang bahu kanan setelah para pelaku menabrak motornya dari belakang. Motor Honda BeAT miliknya juga dibawa kabur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 03.50 WIB. Saat itu, Rifqi sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja untuk menjalankan aktivitasnya sebagai pegawai dapur MBG.
Rifqi Diserang Saat Melintas di Jembatan Musi 6
Rifqi melintas di Jembatan Musi 6, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Suasana masih sepi karena waktu kejadian berada pada dini hari.
Tiba-tiba, tiga orang pelaku yang berboncengan mendekati motor korban. Salah satu pelaku kemudian menabrak kendaraan Rifqi dari arah belakang.
Tabrakan tersebut membuat Rifqi kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. Situasi itu kemudian dimanfaatkan para pelaku untuk mengambil kendaraan korban.
Pelaku Keluarkan Pisau dan Ancam Korban
Setelah Rifqi terjatuh, para pelaku tidak langsung pergi. Mereka justru mengeluarkan pisau dan mengancam korban.
Rekan korban, Yusriani, mengatakan para pelaku kemudian merampas motor Honda BeAT dengan nomor polisi BG-5572-ADR. Setelah mendapatkan kendaraan tersebut, ketiga pelaku langsung meninggalkan lokasi.
Yusriani mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar mengenai kondisi rekannya. Ia kemudian mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan karena Rifqi masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban Alami Patah Tulang dan Luka Lecet
Serangan tersebut membuat Rifqi mengalami sejumlah luka. Bagian bahu kanannya mengalami patah tulang akibat insiden tersebut.
Selain itu, korban juga mengalami luka lecet pada lutut dan kaki kanan. Kondisinya membuat Rifqi harus mendapatkan perawatan setelah kejadian.
Kerugian materi juga cukup besar. Yusriani memperkirakan motor yang dibawa kabur para pelaku memiliki nilai sekitar Rp22 juta.
Rekan Korban Berharap Pelaku Segera Ditangkap
Yusriani berharap polisi segera menemukan para pelaku. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya merugikan Rifqi, tetapi juga membuat warga sekitar merasa khawatir saat melintas di kawasan tersebut.
Ia meminta kasus itu mendapat perhatian serius agar pelaku bisa segera ditangkap. Terlebih, aksi terjadi ketika korban sedang menjalankan aktivitas rutin untuk berangkat kerja.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke SPKT Polrestabes Palembang. Laporan itu menjadi langkah awal untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.
Polisi Mulai Selidiki Kasus Begal
Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang Ipda Andi Ardiyansyah membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.
Polisi akan meneruskan laporan itu kepada Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum. Petugas akan melakukan penyelidikan untuk mencari informasi mengenai para pelaku dan kendaraan korban.
Penyelidikan juga diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian yang berlangsung di Jembatan Musi 6. Polisi selanjutnya akan mengejar para pelaku berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan.
Bagi warga yang biasa beraktivitas pada dini hari, kejadian ini menjadi pengingat untuk tetap berhati-hati ketika melintas di jalan yang sepi. Sementara itu, Rifqi masih menjalani perawatan akibat luka yang ia alami setelah menjadi korban begal saat hendak berangkat kerja.