Kasus tragis terjadi di Kota Jambi setelah KI, pria berusia 46 tahun, menyerang SB yang berusia 56 tahun. Keduanya sebelumnya menjalani pernikahan siri selama sekitar satu tahun.
Hubungan mereka kemudian berubah setelah SB mengetahui bahwa KI ternyata sudah memiliki istri. Kondisi tersebut membuat korban memilih menjauh dan tidak lagi melanjutkan hubungan seperti sebelumnya. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Hubungan Berubah Setelah Status Pernikahan Terbongkar
Menurut polisi, KI dan SB menjalin hubungan selama satu tahun sebelum memutuskan menikah siri. Keduanya menjalani kehidupan sebagai pasangan tanpa status pernikahan resmi.
Situasi mulai berubah sekitar dua bulan sebelum kejadian. SB mengetahui bahwa KI telah memiliki istri. Informasi itu membuat korban menjaga jarak dan menolak kembali berhubungan dengan tersangka.
Kanit Reskrim Polsek Jambi Selatan Ipda Dodi Tisna Amijaya mengatakan keputusan korban untuk menjauh membuat KI merasa sakit hati. Polisi kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan aksi kekerasan yang terjadi beberapa waktu setelahnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
KI Diduga Menyimpan Sakit Hati kepada Korban
Kapolsek Jambi Selatan AKP Taroni Zebua menjelaskan bahwa KI merasa kecewa setelah korban menjauh. Perasaan tersebut berkembang menjadi dendam hingga mendorong tersangka melakukan penyerangan.
KI kemudian mencari air keras untuk melancarkan aksinya. Polisi menyebut tersangka membeli cairan tersebut di sebuah bengkel mobil yang berada di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
Langkah itu menunjukkan bahwa tersangka sudah menyiapkan bahan yang kemudian ia gunakan untuk menyerang korban. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian tindakan KI dalam kasus tersebut.
Baca Juga:Â Motor IRT di Muratara Dibegal, Pelaku Ancam Korban Pakai Batang Kayu
Penyiraman Terjadi pada Malam Hari di Jambi
Aksi penyiraman berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 22.45 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Lingkar Selatan II, RT 20, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan.
Serangan itu mengenai tubuh SB dan menimbulkan luka serius. Polisi menyebut bagian wajah dan punggung korban mengalami dampak paling parah akibat siraman air keras.
Setelah kejadian, korban mendapat penanganan atas luka yang dialaminya. Namun, kondisi tersebut akhirnya berujung pada kematian SB. Polisi kini memproses perkara tersebut untuk mengungkap seluruh detail serangan.
Luka Serius Akhirnya Merenggut Nyawa SB
Air keras dapat menimbulkan kerusakan berat ketika mengenai kulit dan jaringan tubuh. Dalam kasus ini, SB mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuh setelah menerima serangan tersebut.
Polisi menyatakan luka pada wajah dan punggung korban menjadi bagian dari dampak serangan. Kondisi SB kemudian memburuk hingga korban meninggal dunia.
Kematian SB membuat perkara tersebut masuk dalam penanganan serius kepolisian. Penyidik perlu mengurai hubungan antara tersangka dan korban, persiapan sebelum kejadian, serta tindakan yang dilakukan setelah penyerangan.
Polisi Ungkap Motif di Balik Serangan
Hasil keterangan awal polisi menunjukkan sakit hati menjadi pemicu utama tindakan KI. Korban yang mengetahui status pernikahan tersangka memilih menjauh, sedangkan KI tidak menerima keputusan tersebut.
Dodi mengatakan rasa sakit hati dan dendam mendorong KI menyiramkan air keras kepada SB. Serangan itu kemudian menyebabkan luka serius hingga korban kehilangan nyawa.
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana persoalan hubungan pribadi dapat berubah menjadi tindakan kekerasan yang membawa akibat fatal. Polisi masih menangani proses hukum terhadap KI dan mendalami fakta lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.