Teror pelecehan seksual membuat emak-emak di lereng Bromo resah setelah lebih dari 10 perempuan mengaku menjadi korban dalam beberapa pekan.
Kasus ini terjadi di wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah perempuan mengaku mengalami pelecehan saat melintas seorang diri di jalan.
Informasi tersebut mencuat setelah dua warga Desa Andonosari melapor kepada pemerintah desa. Setelah kabar itu menyebar, jumlah korban yang mengaku mengalami kejadian serupa terus bertambah. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Dua Laporan Awal Bongkar Banyak Korban
Kepala Desa Andonosari Ahmad Pujianto mengatakan dua warga pertama kali melapor pada Senin, 21 September 2026.
Pemerintah desa kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada warga di beberapa dusun. Langkah itu membuka cerita dari perempuan lain yang mengalami kejadian serupa.
Awalnya hanya dua warga yang melapor. Setelah informasi menyebar, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 10 orang.
Korban tidak hanya berasal dari Desa Andonosari. Warga dari Tutur, Wonosari, Palangsari, dan Gendro juga mengaku mengalami kejadian serupa.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Diduga Membuntuti Perempuan
Menurut keterangan Pujianto, pelaku menjalankan aksinya dengan cara membuntuti perempuan yang melintas.
Pelaku diduga menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor. Ia juga mengenakan jaket dan masker untuk menyamarkan identitas.
Saat berada cukup dekat, pelaku mendekati korban. Pelaku kemudian menyentuh bagian tubuh korban sebelum kembali melaju dengan sepeda motornya.
Beberapa korban menyampaikan pola kejadian yang hampir sama. Aksi tersebut lebih sering terjadi pada siang hari ketika korban melintas seorang diri.
Baca Juga:Â Ibu Paruh Baya Terjungkal dari Motor di Bekasi, Dua Begal Akhirnya Ditangkap
Emak-Emak Mulai Takut Bepergian Sendiri
Kejadian tersebut membuat perempuan di kawasan Tutur merasa lebih waspada. Mereka mulai khawatir saat harus melewati jalan yang sepi seorang diri.
Salah satu korban mengaku kini merasa takut ketika berkendara sendirian. Kekhawatiran itu muncul setelah ia mengalami pelecehan di jalan.
Situasi tersebut juga membuat warga membicarakan keamanan jalan di sekitar desa. Sebagian perempuan memilih lebih berhati-hati saat bepergian.
Para korban sebelumnya juga tidak langsung menceritakan pengalaman mereka. Rasa malu dan trauma membuat sebagian dari mereka memilih diam. Mereka mulai berani bercerita setelah mengetahui ada warga lain yang mengalami kejadian serupa.
Teror Menyebar ke Lima Desa
Dugaan pelecehan tersebut tidak hanya terjadi di Andonosari. Informasi dari pemerintah desa menunjukkan adanya laporan dari beberapa wilayah lain.
Wilayah yang disebut antara lain Andonosari, Tutur, Wonosari, Palangsari, dan Gendro.
Jumlah korban yang mengaku mengalami kejadian serupa mencapai lebih dari 10 orang. Angka tersebut muncul setelah pemerintah desa menyampaikan informasi kepada warga.
Pujianto menduga aksi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, kasus baru terungkap setelah korban mulai berani menyampaikan pengalaman mereka.
Pemerintah Desa Koordinasi dengan Bhabinkamtibmas
Pemerintah Desa Andonosari telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
Warga berharap petugas segera mengetahui identitas pelaku. Mereka juga berharap aksi pelecehan di jalan tidak kembali terjadi.
Pemerintah desa mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan saat melintas seorang diri. Warga juga perlu memperhatikan kondisi sekitar, terutama ketika melewati jalan yang sepi.
Kasus ini masih menjadi perhatian warga di kawasan lereng Bromo. Proses penelusuran terhadap dugaan pelecehan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai pelaku dan rangkaian kejadian yang dialami para korban.