Komplotan begal di Jaktim akhirnya tertangkap setelah empat kali beraksi, sementara nama game ikut ramai dibicarakan di tengah kabar ini.
Tiga Pelaku Akhirnya Ditangkap Polisi
Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora menyebut polisi telah menangkap tiga tersangka. Mereka masing-masing berinisial AS (24), DP (30), dan MD (24).
Dalam pemeriksaan sementara, ketiganya mengakui empat tindak pidana pencurian. Dua aksi terjadi di Bekasi dan dua lainnya berlangsung di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.
Polisi masih mengejar dua orang lain yang ikut terlibat dalam aksi terbaru. Keduanya masuk daftar pencarian orang atau DPO. Petugas juga terus menggali peran setiap orang dalam kelompok tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Komplotan Berkumpul di BKT Sebelum Mencari Korban
Gomos menjelaskan, para pelaku memiliki pola sebelum menjalankan aksinya. Mereka lebih dulu berkumpul di sekitar kawasan Banjir Kanal Timur atau BKT yang berada di sekitar perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur.
Kelompok tersebut biasanya membuat janji untuk bertemu sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah berkumpul, mereka berkeliling menggunakan sepeda motor sambil mencari calon korban secara acak.
Polisi melihat pola serupa dalam dua kejadian yang berlangsung di Pulogadung. Para pelaku memilih waktu dini hari ketika kondisi jalan relatif sepi untuk menjalankan aksinya.
Baca Juga:Â Begal Motor di Lumajang Berakhir Tragis, Suami Korban Tabrak Pelaku hingga Tewas
Aksi Pertama Berujung Korban Terluka
Aksi pertama di Pulogadung terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, korban bernama Nahrawi menjadi sasaran komplotan tersebut di Jalan Cipinang Baru Raya.
Pelaku merampas sepeda motor milik korban dalam aksi tersebut. Nahrawi juga mengalami serangan menggunakan senjata tajam ketika berusaha menghadapi pelaku.
Akibat kejadian itu, Nahrawi mengalami tiga luka. Luka pertama berada di bagian belakang bahu kiri. Lengan kanannya juga mengalami luka hingga membutuhkan tujuh jahitan, sedangkan bahu kanan mendapat empat jahitan.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa komplotan tidak sekadar mengambil kendaraan. Mereka juga membawa senjata tajam untuk mengancam korban saat menjalankan aksinya.
Korban Kedua Dipepet Saat Mengendarai Motor
Aksi berikutnya terjadi pada Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Lokasinya berada di Jalan Bekasi Timur Raya, masih dalam wilayah hukum Polsek Pulogadung.
Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor. Pelaku kemudian mendekati korban dan memepet kendaraannya hingga korban berhenti.
Kelompok tersebut kembali menggunakan cara intimidasi untuk mengambil kendaraan korban. Polisi kemudian mengembangkan informasi dari kejadian tersebut hingga berhasil mengidentifikasi beberapa anggota komplotan.
Dari penyelidikan itu, polisi akhirnya menangkap AS, DP, dan MD. Petugas masih mencari dua pelaku lain yang belum tertangkap untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi kelompok tersebut.
Polisi Masih Memburu Dua Pelaku Lain
Penangkapan tiga tersangka menjadi langkah awal polisi untuk membongkar jaringan begal tersebut. Aparat masih mengejar dua orang yang masuk daftar pencarian orang karena ikut terlibat dalam aksi terbaru.
Polisi juga akan mendalami empat kejadian yang para tersangka akui selama pemeriksaan. Pendalaman itu penting untuk memastikan lokasi, peran setiap pelaku, serta kemungkinan adanya aksi lain yang belum terungkap.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengendara yang melintas pada dini hari agar lebih memperhatikan situasi sekitar. Jalan yang sepi dapat memberi kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk mencari sasaran secara acak.
Dengan tiga tersangka yang sudah berada dalam pemeriksaan polisi dan dua lainnya masih diburu, penyidik kini berupaya mengungkap seluruh rangkaian aksi komplotan begal tersebut di Jakarta Timur dan Bekasi.