Kasus dugaan pencabulan siswa SD di Makassar menggemparkan publik, pria 60 tahun pemilik warung sekolah ditahan polisi usai laporan dari puluhan korban.
Polisi telah menahan pria tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih menggali keterangan dari berbagai pihak guna mengungkap fakta lengkap dalam kasus yang melibatkan anak-anak sekolah tersebut.
Info Kriminal Hari Ini akan mengulas kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pria berusia 60 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi telah menahan terduga pelaku setelah muncul laporan dugaan pelecehan terhadap puluhan siswa sekolah dasar (SD).
Polisi Amankan Pria 60 Tahun Usai Laporan Masuk
Kanit PPA Polrestabes Makassar, Iptu Arianto, membenarkan bahwa pihaknya sudah menahan pria berusia 60 tahun tersebut. Polisi langsung bergerak setelah menerima laporan terkait dugaan pencabulan terhadap siswa SD.
“Iya, sudah ditahan pelakunya,” ujar Arianto kepada wartawan, Senin (20/7).
Meski sudah mengamankan terduga pelaku, penyidik masih mencari informasi mengenai sejak kapan dugaan tindakan tersebut berlangsung. Polisi juga terus memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi penyelidikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Awalnya Tiga Siswa Mengaku Jadi Korban
Kasus ini pertama kali terungkap setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Makassar menerima laporan mengenai dugaan pencabulan terhadap tiga siswa pada Juni lalu.
Saat melakukan pendataan dan pendampingan, pihak DPPA menemukan jumlah korban yang diduga terlibat terus bertambah. Berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah siswa yang diduga menjadi korban mencapai 32 orang.
Sekretaris Shelter Warga Antang DPPPA Pemkot Makassar, Fony Ataul, menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan kepada para siswa serta keluarga selama proses penanganan kasus berlangsung.
Baca Juga:Â Mencekam di Kaltim! Perampokan Sadis Berujung Kekerasan, Pasangan Suami Istri Jadi Korban
Warung Depan Sekolah Jadi Lokasi Dugaan Aksi
Menurut keterangan Fony, pria tersebut memiliki warung yang berada tepat di depan sekolah. Para siswa sering membeli jajanan di tempat itu sebelum masuk kelas, saat jam istirahat, maupun setelah pulang sekolah.
Situasi tersebut membuat korban sering bertemu dengan terduga pelaku. Fony menyebut dugaan tindakan tersebut muncul ketika para siswa datang ke warung milik pria tersebut.
“Anak-anak biasa jajan di warung itu saat datang maupun keluar main serta pulang sekolah. Saat itulah, korban diduga mengalami pelecehan,” ungkap Fony.
Polisi Dalami Dugaan Modus yang Digunakan Pelaku
Dalam keterangannya, Fony menjelaskan bahwa terduga pelaku diduga menggunakan beberapa cara saat melakukan aksinya. Ia menyebut tindakan tersebut terjadi ketika korban berada di warung untuk membeli makanan atau minuman.
“Modusnya macam-macam, ada yang dipegang dan diraba-raba,” jelas Fony.
Salah satu siswa yang diduga menjadi korban juga menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan tersebut menemukan adanya luka pada bagian tubuh korban sehingga pihak berwenang terus mendalami kasus tersebut.
Kasus Masih Berjalan, Polisi Fokus Ungkap Fakta
Saat ini, Polrestabes Makassar masih menangani kasus tersebut. Polisi mengumpulkan berbagai bukti, memeriksa saksi, dan mendalami keterangan dari para korban untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lengkap.
Penyidik juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan para korban mendapatkan pendampingan selama proses hukum berlangsung.
Masyarakat kini menunggu perkembangan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi berharap proses pemeriksaan dapat membantu mengungkap seluruh fakta dan memberikan kepastian hukum dalam perkara dugaan pencabulan yang melibatkan siswa sekolah dasar di Makassar.