Pria di Kendari Disekap Dan Disiksa di Arena Biliar Diduga Milik Oknum Polisi

Pria di Kendari Disekap Dan Disiksa di Arena Biliar Diduga Milik Oknum Polisi

Ading Wijaya mengalami penyekapan dan penyiksaan di arena biliar, diduga milik oknum polisi, menimbulkan keprihatinan publik.

Pria di Kendari Disekap Dan Disiksa di Arena Biliar Diduga Milik Oknum Polisi

Kisah kelam muncul dari Kendari, Sulawesi Tenggara, menyoroti potensi penyalahgunaan kekuasaan. Ading Wijaya (28) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di arena biliar yang diduga milik seorang perwira polisi. Peristiwa ini menimbulkan luka fisik, mental, dan pertanyaan tentang integritas penegak hukum.

Berikut ini rangkuman berbagai informasi menarik kriminal lainnya yang bisa menambah wawasan Anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.

Penyekapan Dan Interogasi Paksa

Pada Minggu, 16 November 2025, Ading Wijaya dijemput paksa oleh sekitar 10 pria tak dikenal di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan. Kerabat Ading yang menyaksikan kejadian itu tak berdaya mencegah, terlebih para pelaku mengaku sebagai anggota polisi. Mereka menggunakan satu mobil dan sepeda motor dalam aksi penjemputan paksa tersebut.

Di dalam mobil, Ading langsung diinterogasi. Ia menceritakan bagaimana seorang pelaku dengan kejam menyundut lengannya menggunakan rokok yang masih menyala. Perjalanan keliling kota dengan kondisi tangan tersundut rokok menjadi awal dari mimpi buruk yang akan dialami Ading Wijaya.

Selama kurang lebih tiga jam, Ading disekap sebelum akhirnya dibawa ke sebuah arena biliar bernama Prawira Biliar di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kendari. Di lokasi ini, Ading digiring ke sebuah ruangan VIP di lantai dua, menjadi saksi bisu dari nasib malang yang menimpanya.

Penyiksaan Brutal di Arena Biliar Dan Luka-Luka Fisik

Di ruangan VIP Prawira Biliar, Ading Wijaya dikeroyok secara membabi buta oleh 10 pemuda tersebut. Dalam kondisi ketakutan dan tidak berdaya, Ading menjadi bulan-bulanan kekerasan tanpa ampun. Penganiayaan ini mengakibatkan luka parah di sekujur tubuhnya.

Wajah Ading penuh lebam, dengan mata kanan dan kiri yang merah kebiruan, diduga akibat benturan benda tumpul. Foto-foto yang beredar bahkan menunjukkan bercak kemerahan di pupil matanya, mengindikasikan pukulan keras yang ia terima. Jari-jari tangannya juga bengkak, dan ia mengaku merasakan sakit di sekujur tubuh.

Setelah penyiksaan tersebut, para pelaku membawa Ading ke Polres Kendari dan menyerahkannya kepada penyidik reskrim. Ironisnya, alih-alih menjadi korban yang dilindungi, Ading kini berstatus sebagai tersangka dan ditahan di Polres Kendari, menimbulkan kebingungan dan ketidakadilan bagi dirinya dan keluarganya.

Baca Juga: Sadis! Rafli dan Ibra Didakwa Bunuh dan Perkosa Wanita di Cisauk

Titik Balik Kasus, Dugaan Keterlibatan Perwira Polisi

Pria di Kendari Disekap Dan Disiksa di Arena Biliar Diduga Milik Oknum Polisi

Teman Ading, Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa dua hari setelah Ading disiksa, keluarganya memutuskan melapor ke Polda Sultra. Mereka juga membawa Ading ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk melakukan visum. Laporan ini merupakan upaya mencari keadilan atas perlakuan kejam yang diterima Ading.

Kasus ini semakin rumit dengan dugaan kepemilikan Prawira Biliar oleh Ipda Ariel Morgens Ginting, seorang Kanit Tipidter Polres Kendari. Saat diresmikan pada Juni 2025, beberapa media menyebut Ipda Ariel sebagai pemilik. Meskipun ia membantah kepemilikan, keterlibatannya dalam kasus ini dipertanyakan.

Ariel Ginting sempat menunjukkan video penjemputan Ading kepada Ferdiansyah, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana video tersebut ia peroleh. Ia juga mengklaim mengetahui IN (kekasih Ading) sebagai korban penganiayaan, namun memilih untuk menunggu pembuktian hukum terkait pengeroyokan Ading.

Mandeknya Laporan Dan Perjuangan Mencari Keadilan

Sejak 18 November 2025, keluarga Ading telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kendari, namun hingga 4 Desember 2025, belum ada perkembangan signifikan. Situasi ini diperparah dengan status Ading sebagai tersangka setelah ia dibawa ke kantor polisi. Hal ini menunjukkan potensi kejanggalan dalam penanganan kasus.

Keluarga Ading bahkan sempat dua kali mencoba melapor ke Propam Polda Sulawesi Tenggara karena lambatnya penanganan. Namun, mereka diarahkan kembali untuk berkoordinasi dengan penyidik Polres. Ini menunjukkan hambatan struktural dalam mencari keadilan bagi korban.

Hasil visum Ading baru keluar pada 4 Desember 2025, 15 hari setelah penyiksaan. Pihak Polres Kendari belum memberikan jawaban terkait keterlambatan ini. Kasus Ading Wijaya adalah cerminan dari tantangan serius dalam menegakkan hukum dan menjaga akuntabilitas aparat penegak hukum di Indonesia.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupadate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari liputan6.com
  2. Gambar Kedua dari kompas.tv
Home
Telegram
Tiktok
Instagram
RTP Berubah Sepanjang Hari, Data Pengguna Justru Menunjukkan Pola yang Tidak Sesederhana DugaanTeknik Game Viral Terus Bermunculan, Komunitas Mulai Bertanya Mana yang Benar Benar Masuk AkalTransaksi Digital Makin Cepat, tetapi Catatan Pembayaran Tetap Jadi Hal Penting yang Sering DiabaikanData Permainan Harian Mulai Membongkar Perubahan Perilaku Pemain yang Sulit Terlihat dari Satu SesiModal Bisa Habis tanpa Terasa, Pengaturan Durasi dan Batas Pengeluaran Justru Jadi Kunci UtamaStrategi Game Online Terdengar Menarik, tetapi Logika dan Probabilitas Menunjukkan Batas yang Perlu DipahamiTumble Mahjong Ways Terlihat Punya Momentum, tetapi Apa yang Sebenarnya Terjadi sampai Fase AkhirDurasi Sesi dan Teknik Bermain Mulai Dibandingkan, Hasilnya Tidak Selalu Sesuai Dugaan PemainPemain Mulai Meninggalkan Insting dan Beralih Membaca Data sebelum Mengambil KeputusanAnalisis Game Online Kini Lebih Rasional, Risiko dan Ketidakpastian Mulai Jadi Fokus UtamaData Permainan Membantu Pengguna Membaca Variasi Gates of Olympus secara Lebih RasionalSugar Rush Dapat Dinikmati dengan Batas Waktu agar Rutinitas Tetap TerjagaFortune Tiger Menggambarkan Kuatnya Dominasi Pengguna Mobile di Pasar Asia TenggaraEvolution dan Playtech Memperkuat Persaingan Live Casino melalui Pengalaman yang Semakin ImersifMonopoly Live Menunjukkan Perubahan Format Hiburan Kasino dalam Ekonomi Digital ModernBatas Waktu Membantu Menjaga Mahjong Ways Tetap sebagai Hiburan yang SeimbangPembagian Anggaran Membantu Pengguna Sugar Rush Mengendalikan Durasi dan Risiko SesiGreat Rhino Megaways Menunjukkan Mengapa Modal Terbatas Memerlukan Pengelolaan Risiko yang KetatGates of Olympus 100 Mengingatkan Pentingnya Menyesuaikan Durasi dengan Batas AnggaranSweet Bonanza Lebih Aman Dinikmati ketika Batas Pengeluaran Ditetapkan Sejak AwalGreat Rhino Megaways Menarik Perhatian pada Pentingnya Disiplin Anggaran dalam PermainanFortune Tiger Menunjukkan Hubungan antara Durasi Sesi dan Pengendalian PengeluaranPengaturan Anggaran Membantu Pengguna Mahjong Ways Menjaga Aktivitas Bermain Tetap TerkendaliPengalaman Bermain Sugar Rush Tetap Memerlukan Batas Modal yang KonsistenBig Bass Bonanza Menunjukkan Pentingnya Menyesuaikan Durasi dengan Kemampuan AnggaranPembagian Anggaran Sweet Bonanza Membantu Pengguna Menghindari Pengeluaran yang Sulit DipantauStarlight Princess Mengingatkan Pentingnya Mengatur Tempo dan Batas Pengeluaran SesiPengguna Fortune Rabbit Mulai Memperhatikan Durasi Sesi dan Pengelolaan AnggaranKelelahan Saat Bermain Gates of Olympus Menjadi Tanda Penting untuk BeristirahatSweet Bonanza Tetap Perlu Diimbangi Pengaturan Waktu dan Batas PengeluaranPemula Sering Salah Membaca Pola Game, RTP Live Justru Perlu Dipahami dengan Cara BerbedaTeknologi Data Bisa Membaca Perubahan RTP Live, tetapi Tidak Mengubahnya Menjadi Ramalan HasilStatistik Slot Mulai Membongkar Mengapa RTP dan Hasil Harian Bisa Terlihat BertentanganRTP Live Terlihat Rumit bagi Pemula, Padahal Konsep Dasarnya Bisa Dijelaskan dengan SederhanaGates of Olympus Terlihat Berpola, tetapi Data Harian Bisa Memberikan Gambaran yang Sangat BerbedaModal Receh Fortune Rabbit Ramai Dibahas, tetapi Risiko Tetap Bisa Membesar jika Sesi Tidak DikendalikanRTP Mahjong Wins 2 Bergerak Aktif, tetapi Ritme Permainan Tetap Bukan Penentu Hasil BerikutnyaLive RTP Big Bass Bonanza Ramai Diamati, Perubahan Ritmenya Ternyata Mudah DisalahartikanSweet Bonanza Punya Ritme Berbeda di Setiap Sesi, Waktu Bermain dan RTP Kembali Jadi PerdebatanMahjong Ways Terlihat Konsisten dari Data Harian, tetapi Apakah Polanya Benar Benar Bisa BertahanCrazy Time Terasa Makin Intens, Batas Sehat Justru Jadi Hal yang Paling Penting DijagaLive Baccarat Bisa Menguras Fokus Diam Diam, Durasi Sesi Menentukan Kualitas Keputusan PemainFortune Tiger Mulai Terasa Tak Terkendali, Ini Saat Jeda Bisa Jadi Keputusan TerbaikRTP Live Sugar Rush Terus Bergerak, tetapi Momentum yang Terlihat Belum Tentu Berkata BanyakRitme Fortune Tiger Sering Jadi Perhatian, tetapi Sesi Terarah Lebih Penting daripada Mengejar PolaMahjong Ways 2 Mengubah Kebiasaan Pemain saat Modal dan Durasi Sesi Mulai Lebih DiperhatikanSweet Bonanza Terasa Cepat, Pengaturan Tempo Spin Bisa Membantu Pemain Menjaga Kendali SesiStarlight Princess Terlihat Berpola, Analisis Data Justru Membuka Gambaran yang Lebih KompleksGates of Olympus Punya Ritme Intens, Batas Modal Membantu Risiko Tetap Lebih TerkendaliPola Spin Sugar Rush Makin Ramai Diamati, tetapi Perubahan Ritme Bisa Menyesatkan PersepsiData RTP Gates of Olympus Lebih Tepat Dibaca sebagai Indikator daripada Sinyal MomentumEvaluasi Sweet Bonanza Lebih Akurat ketika Target Sesi Disusun dari Data yang MemadaiStatistik Fortune Dragon Membantu Pengguna Membaca Variasi tanpa Menebak Hasil BerikutnyaPerbedaan Spin Manual dan Turbo Lebih Terasa pada Tempo daripada Peluang PermainanRTP dan Statistik Mahjong Ways Perlu Dipisahkan dari Anggapan tentang Momentum PermainanDurasi Bermain Starlight Princess Perlu Disesuaikan dengan Batas Anggaran yang RealistisStreaming Rendah Latensi Membuat Live Baccarat Evolution Terasa Lebih Responsif dan StabilKeamanan Digital Menjadi Faktor Penting dalam Pengalaman Lightning Roulette EvolutionKecerdasan Buatan Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif pada Crazy Time dan Live CasinoMahjong Ways Tetap Menonjol karena Identitas Visualnya Bertahan di Tengah Tren BaruTema Mitologi Menjaga Gates of Olympus Tetap Relevan dalam Percakapan Komunitas DigitalLive Baccarat Bertahan di Tengah Tren Game Show berkat Format Meja KlasikPerkembangan Layar Mobile Membuat Visual Starlight Princess Semakin Halus dan AdaptifFortune Tiger Mengandalkan Desain Ringkas saat Banyak Game Beralih ke Animasi KompleksCrazy Time Memanfaatkan Kamera Real Time untuk Menjaga Interaksi Studio Tetap DinamisKomposisi Warna Sweet Bonanza Memperkuat Identitas Visual dan Daya Ingat PenggunaInfinite Blackjack Memperluas Kapasitas Meja untuk Mengurangi Kendala Antrean PemainMahjong Ways 2 Mengoptimalkan Animasi agar Tetap Stabil di Berbagai PerangkatLightning Roulette Memadukan Efek Digital Modern dengan Mekanisme Roda KlasikSugar Rush Memanfaatkan Cluster dan Warna Kontras untuk Memperjelas Tampilan MobileFortune Dragon Terlihat Berubah di Setiap Sesi, Variasi Taruhan Membuat Pengalaman Makin DinamisBig Bass Bonanza Ramai Dimainkan, tetapi Pengelolaan Modal Tetap Lebih Penting daripada InstingRitme Mahjong Ways Bisa Terasa Berbeda, Kebiasaan Pemain Justru Menentukan Cara Sesi DikelolaGates of Olympus Dikulik Lebih Dalam, Hubungan Ritme Spin dan Modal Tidak Sesederhana KelihatannyaSweet Bonanza Terasa Lebih Stabil saat Pemain Mulai Menetapkan Batas Modal Sejak AwalFortune Tiger Punya Ritme Cepat, Pembagian Modal Bisa Membuat Setiap Sesi Terasa Sangat BerbedaStarlight Princess Makin Sering Diamati, Pengaturan Ritme Sesi Jadi Fokus Baru PemainBlackjack Bukan Cuma Soal Strategi, Batas Dana dan Waktu Berhenti Sama PentingnyaStarlight Princess Terus Berevolusi, Desain Mobile Pragmatic Play Kini Jadi Bagian Besar Daya TariknyaModal Receh Sugar Rush Ramai Dibahas, tetapi Efisiensi Sesi Tetap Bergantung pada Batas yang JelasDragon Tiger Kembali Dilirik karena Format Cepat dan Aturan yang Mudah DipahamiLucky Neko Mempertahankan Identitas Kuat melalui Adaptasi Simbol Jepang di Platform MobileMonopoly Live Mengubah Konsep Papan Klasik Menjadi Pertunjukan Digital yang Lebih InteraktifBig Bass Bonanza Tetap Relevan berkat Tema Memancing yang Sederhana dan Mudah DikenaliTeknologi Latensi Rendah Membuat Live Blackjack Lebih Responsif saat Interaksi Kartu BerlangsungTreasures of Aztec Menghidupkan Nuansa Sejarah melalui Ornamen Kuno dan Visual ModernDream Catcher Mengemas Roda Angka Sederhana dalam Format Acara yang Lebih AtraktifThe Dog House Mengandalkan Karakter Humor untuk Membangun Identitas Visual yang Mudah DiingatSpeed Baccarat Menyesuaikan Durasi Permainan dengan Kebiasaan Pengguna yang Menyukai Format RingkasTradisi Tahun Baru dalam Fortune Rabbit Kini Dikemas melalui Desain Mobile yang Bersih dan ModernMega Ball Bawa Nuansa Bingo ke Studio Modern, Interaksi Pemain Kini Terasa Lebih RamaiWild West Gold Hidupkan Lagi Atmosfer Koboi, Visualnya Terasa seperti Film Laga KlasikLightning Baccarat Tambahkan Lapisan Multiplier, tetapi Ritme Kartu Klasiknya Tetap DipertahankanWays of the Qilin Bawa Mitologi Asia ke Layar Mobile dengan Karakter yang Sulit DilupakanGonzo’s Treasure Hunt Ubah Studio Digital Jadi Perburuan Harta yang Lebih InteraktifFruit Party Segarkan Game Buah Klasik lewat Formasi Simbol yang Terasa Lebih DinamisSweet Bonanza Ramai Lagi di Komunitas Mobile 2026, Tren Sesi Singkat Jadi Bahan PerbincanganMahjong Ways Mulai Didekati dengan Pengelolaan Sesi yang Lebih Terukur berkat Data PermainanPG Soft Makin Dilirik Pemain Mobile, Desain Ringan dan Variasi Game Jadi Daya Tarik UtamaSentuhan Minimalis Membuat Fortune Ox Membawa Simbol Kemakmuran Asia ke Tampilan yang Lebih Modern