Pembunuhan bos Royal Phone Ambarawa terungkap, dua pelaku sempat memesan ojol usai meninggalkan mobil berisi jasad korban dan membayar sopir dengan iPhone.
Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi untuk menjauh dari lokasi, kedua pemuda tersebut berjalan kaki dan mencari tumpangan. Polisi kemudian menemukan jejak perjalanan mereka hingga akhirnya mengarah pada layanan ojek online di wilayah Ambarawa. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Pelaku Tinggalkan Mobil Berisi Jasad Korban
Setelah menghabisi Candra Waskito, Didit dan Taufik meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Keduanya membawa diri menjauh dari tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mencari kendaraan untuk melanjutkan perjalanan.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan, kedua pelaku berjalan hingga mencapai perempatan Gubug. Di lokasi tersebut, mereka bertemu seseorang yang kemudian memberikan tumpangan.
“Berjalan kaki sampai perempatan Gubug. Di situ ketemu dengan salah satu saksi, terus minta nebeng. Dia cenglu, bonceng tiga ke arah Kwaron,” kata Bodia seperti dikutip detikJateng, Kamis (13/8/2026).
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Dari Tumpangan Berlanjut Naik Ojol
Perjalanan kedua pelaku berlanjut setelah mereka tiba di Kwaron. Didit kemudian memesan ojek online menggunakan ponselnya dengan tujuan Ambarawa.
Pesanan tersebut justru menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi. Aparat menelusuri jejak digital dari pemesanan ojol hingga mendapatkan informasi yang membantu mengungkap pergerakan pelaku setelah meninggalkan lokasi pembunuhan.
Langkah Didit memesan ojol menggunakan ponsel sendiri akhirnya meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri. Polisi pun mengembangkan informasi tersebut untuk mencari keberadaan kedua pemuda yang sebelumnya melarikan diri.
Baca Juga: Viral 3 Pria NTT Siksa dan Bakar Burung Hantu Hidup-Hidup, Ini Kronologinya
Sopir Ojol Dibayar Pakai iPhone 15
Hal yang paling mencuri perhatian muncul ketika pelaku tiba di Ambarawa. Didit ternyata tidak memiliki uang tunai untuk membayar ongkos perjalanan kepada pengemudi ojol.
Pelaku kemudian memberikan satu unit ponsel kepada pengemudi sebagai pembayaran. Bodia menyebut ponsel tersebut merupakan iPhone 15 yang berasal dari hasil curian.
“Sampai Ambarawa, karena dia tidak bawa uang, dikasihlah satu HP. HP itu iPhone 15,” ungkap Bodia.
Transaksi tidak biasa itu akhirnya menjadi bagian penting dalam penyidikan. Polisi dapat menelusuri keberadaan perangkat tersebut setelah pengemudi ojol menjualnya kembali.
iPhone Sudah Dijual ke Konter Ponsel
Pengemudi ojol yang menerima iPhone tersebut kemudian menjualnya ke salah satu konter ponsel. Polisi lantas mencari keberadaan perangkat itu untuk mengamankan barang bukti.
Petugas akhirnya menyita iPhone 15 tersebut. Barang itu kini menjadi salah satu bukti yang membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa setelah pembunuhan Candra.
Keberadaan iPhone juga memperlihatkan bagaimana barang hasil kejahatan berpindah tangan dalam waktu singkat. Dari pelaku, perangkat berpindah ke pengemudi ojol sebelum akhirnya masuk kembali ke konter ponsel.
Polisi Tangkap Dua Pemuda dalam Kasus Pembunuhan
Polisi akhirnya menangkap Didit Panggih Pamulihan dan Taufik Ilham dalam kasus pembunuhan bos Royal Phone Ambarawa tersebut. Penyidik terus mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk perjalanan kedua pelaku setelah meninggalkan mobil korban.
Jejak pemesanan ojek online menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan. Polisi juga mengamankan iPhone 15 yang sempat digunakan sebagai alat pembayaran kepada pengemudi ojol.
Kasus ini kini masih menjadi perhatian karena rangkaian pelarian pelaku terungkap dengan cara yang tidak biasa. Polisi terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara utuh motif serta kronologi pembunuhan Candra Waskito.