Polri menangkap buronan Interpol Beijing, Zheng Rongjing, terkait kasus kejahatan siber internasional saat tiba di Indonesia.
Sosok ini masuk dalam daftar most wanted karena diduga kuat terlibat jaringan penipuan daring berskala besar. Penangkapan ini langsung menarik perhatian karena Zheng disebut berperan dalam operasi sindikat online scam yang beroperasi dari salah satu pusat kejahatan di Kamboja. Aparat menduga kasus ini memiliki jaringan luas yang melibatkan banyak negara.
Masuk Daftar Buronan Interpol Beijing
Zheng Rongjing sudah lama masuk dalam radar Interpol Beijing. Ia dicari karena keterlibatannya dalam operasi penipuan daring yang merugikan banyak korban di berbagai negara.
Menurut Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, Zheng menjadi salah satu aktor penting dalam jaringan scam internasional. Ia diduga menjalankan operasi dari sebuah compound besar di Kamboja yang dikenal sebagai pusat aktivitas ilegal.
Permintaan penangkapan Zheng datang langsung dari NCB Beijing kepada NCB Interpol Jakarta pada awal Maret 2026. Dari situ, aparat Indonesia mulai melakukan pemantauan terhadap pergerakan yang bersangkutan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Masuk Indonesia Lewat Penerbangan Internasional
Zheng masuk ke Indonesia pada 24 Juni 2026 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ia terbang menggunakan maskapai Air Asia QZ-475 dan tiba di Terminal 2 sekitar pukul 23.50 WIB.
Pergerakan ini langsung terpantau oleh aparat imigrasi dan tim Divhubinter Polri. Petugas kemudian melakukan koordinasi cepat untuk memastikan keberadaan Zheng di dalam negeri.
Setelah memastikan identitasnya, aparat langsung melakukan pengamanan saat Zheng masih berada di area bandara. Proses penangkapan berlangsung cepat tanpa perlawanan berarti.
Baca Juga:Â 4 Maling Spesialis Congkel Jendela di Serang dan Tangsel Ditangkap
Penangkapan Libatkan Tim Imigrasi dan Interpol
Divhubinter Polri tidak bekerja sendiri dalam operasi ini. Mereka menggandeng Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Ditjen Imigrasi untuk memastikan proses penangkapan berjalan lancar.
Kolaborasi lintas lembaga ini membuat aparat bisa mengamankan Zheng tanpa hambatan di lapangan. Setelah diamankan, ia langsung dibawa untuk pemeriksaan awal.
Brigjen Untung menjelaskan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci utama dalam penangkapan ini. Ia menegaskan bahwa komunikasi antara Interpol Beijing dan Jakarta berjalan intens sejak awal tahun.
Penyidik Dalami Dugaan Jaringan di Indonesia
Setelah ditangkap, Zheng langsung ditahan sementara di Rutan Polda Metro Jaya. Polisi melakukan pemeriksaan untuk menggali informasi terkait aktivitas dan jaringan yang ia jalankan.
Penyidik juga menelusuri alasan kedatangan Zheng ke Indonesia. Aparat menduga kedatangannya tidak hanya untuk transit, tetapi juga untuk bertemu pihak tertentu.
Polisi mencurigai adanya infrastruktur pendukung yang sudah siap di Indonesia. Dugaan ini muncul karena pelaku kejahatan siber berskala besar biasanya tidak bergerak sendiri.
Diduga Ada Jaringan Pendukung Lokal
Brigjen Untung menyampaikan bahwa aparat tidak menutup kemungkinan adanya pihak lokal yang membantu aktivitas Zheng. Ia menilai jaringan scam internasional sering kali memiliki dukungan di berbagai negara.
Penyidik kini fokus mengumpulkan informasi terkait kemungkinan adanya koneksi di dalam negeri. Polisi ingin memastikan apakah Zheng hanya singgah atau memiliki agenda khusus di Indonesia.
Sebelum menyerahkan Zheng ke Interpol Beijing, aparat Indonesia akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Pemeriksaan ini mencakup tujuan kedatangan hingga keterlibatan dalam jaringan kejahatan siber.
Penangkapan ini menambah daftar panjang keberhasilan Polri dalam membongkar jaringan scam internasional. Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana kejahatan digital kini bergerak lintas negara dengan pola yang semakin kompleks.